Kamis, 16 Mei 2013

Renungan Bulanan Buletin Jemaat


Khotbah singkat :
Yeremia 18:1-6 " Tuhan Merancangkan Kasih Karunia bagi Orang Percaya",  
   Persoalan dan pergumulan hidup adalah suatu kenyataan yang selalu dihadapi oleh 
   Manusia, bagaimana bentuknya dan kapan waktunya berbeda-beda pada kita masing- 
   Masing. Sebagai manusia biasa seringkali ketika kita ada dalam persoalan dan pergu-
   mulan, kita akan mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam hidup kita. Apakah Tuhan
   masih memperdulikan kita lagi, apakah Tuhan masih mengasihi kita lagi, di mana Engkau
   Tuhan? Masih maukah Engkau memulihkan keadaan kami? Ketika kita ada dalam         persoalan dan pergumulan, kita tidak mampu melihat kasih karunia yang Allah telah siapkan   bahkan telah mengerjakannya bagi kita. Jemaat Tuhan situasi inilah yang mau dijelaskan oleh Yeremia 18 ini bagi kita. Bangsa Israel ketika mereka ada dalam pembuangan di Babel, dijajah dan ditindas, mereka mempertanyakan kasih sayang Tuhan dalam hidup mereka?  Allah memilih mereka sebagai umat pilihan-nya, dan seakan-akan membiarkan mereka ada dalam keterpurukan hidup mereka, yang seakan-akan pula Allah telah meninggalkan mereka dan tidak memperdulikan mereka lagi. Allah memanggil Yeremia untuk pergi kepada bangsa-Nya dan memberitakan kabar keselamatan, dengan belajar terlebih dahulu dari pekerjaan tukang periuk. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu ditangannya kurang baik dalam pemandangannya. Maka tukang periuk itu akan membuat yang lain menurut yang baik pada pemandangannya. Masakan Aku tidak dapat bertindak kepadamu seperti tukang periuk itu, hai kaum Israel. Allah ada dan mampu untuk memulihkan keadaanmu, tetaplah percaya dan berharap serta bertobatlah.
Suatu ketika ada seorang anak yang bermain dan tidur-tiduran di lantai, sementara ibunya sedang menyulam. Anak itu kemudian melihat apa yang sementara di buat oleh ibunya, dan ia bertanya : ibu apakah yang sementara engkau lakukan? Ibunya menjawab aku sementara menyulam anakku. Anaknya kemudian menampik dengan berkata; ibu katakan bahwa ibu sementara menyulam, tapi yang aku lihat dari bawah ini adalah benang yang berlarian tanpa tujuan yang jelas, yang saya  lihat dari bawah ini adalah benang-benang yang lari tanpa beraturan bahkan kelihatan talingkar. Anak ini kemudian bertanya lagi : ibu apa yang sebenarnya engkau lakukan? Jawab ibunya, anakku aku sementara menyulam. Tapi ibu bagaimana dengan yang saya lihat dari bawah ini?  Aku sementara menyulam anakku. Setelah ibunya selesai menyulam, ibunya kemudian mengangkat anaknya yang sementara bermain dan terbaring di lantai itu, kemudian menaruh anaknya itu di atas pangkuannya dan menyuruh anaknya itu melihat hasil sulamannya. Anaknya kemudian berkata wow ibu betapa indah sulamanmu? Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar