Kamis, 16 Mei 2013

Refleksi Kehidupan dalam Proses pembentukan Tuhan

Cangkir Cantik
Oleh: Tidak Diketahui
Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik "Lihat cangkir itu," kata si oma kepada suaminya.
"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si opa.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop ! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata "belum !" Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku."
Saudara, seperti inilah Allah membentuk kita. Pada saat Ia membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara bagi Allah untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan Allah.
"Saudara-saudaraKu, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU menghasilkan KETEKUNAN. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Alllah sedang membentuk anda. Bentukan - bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Allah membentuk anda."
Yak 1 : 2 - 4

Renungan Bulanan Buletin Jemaat


Khotbah singkat :
Yeremia 18:1-6 " Tuhan Merancangkan Kasih Karunia bagi Orang Percaya",  
   Persoalan dan pergumulan hidup adalah suatu kenyataan yang selalu dihadapi oleh 
   Manusia, bagaimana bentuknya dan kapan waktunya berbeda-beda pada kita masing- 
   Masing. Sebagai manusia biasa seringkali ketika kita ada dalam persoalan dan pergu-
   mulan, kita akan mempertanyakan keberadaan Tuhan dalam hidup kita. Apakah Tuhan
   masih memperdulikan kita lagi, apakah Tuhan masih mengasihi kita lagi, di mana Engkau
   Tuhan? Masih maukah Engkau memulihkan keadaan kami? Ketika kita ada dalam         persoalan dan pergumulan, kita tidak mampu melihat kasih karunia yang Allah telah siapkan   bahkan telah mengerjakannya bagi kita. Jemaat Tuhan situasi inilah yang mau dijelaskan oleh Yeremia 18 ini bagi kita. Bangsa Israel ketika mereka ada dalam pembuangan di Babel, dijajah dan ditindas, mereka mempertanyakan kasih sayang Tuhan dalam hidup mereka?  Allah memilih mereka sebagai umat pilihan-nya, dan seakan-akan membiarkan mereka ada dalam keterpurukan hidup mereka, yang seakan-akan pula Allah telah meninggalkan mereka dan tidak memperdulikan mereka lagi. Allah memanggil Yeremia untuk pergi kepada bangsa-Nya dan memberitakan kabar keselamatan, dengan belajar terlebih dahulu dari pekerjaan tukang periuk. Apabila bejana yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu ditangannya kurang baik dalam pemandangannya. Maka tukang periuk itu akan membuat yang lain menurut yang baik pada pemandangannya. Masakan Aku tidak dapat bertindak kepadamu seperti tukang periuk itu, hai kaum Israel. Allah ada dan mampu untuk memulihkan keadaanmu, tetaplah percaya dan berharap serta bertobatlah.
Suatu ketika ada seorang anak yang bermain dan tidur-tiduran di lantai, sementara ibunya sedang menyulam. Anak itu kemudian melihat apa yang sementara di buat oleh ibunya, dan ia bertanya : ibu apakah yang sementara engkau lakukan? Ibunya menjawab aku sementara menyulam anakku. Anaknya kemudian menampik dengan berkata; ibu katakan bahwa ibu sementara menyulam, tapi yang aku lihat dari bawah ini adalah benang yang berlarian tanpa tujuan yang jelas, yang saya  lihat dari bawah ini adalah benang-benang yang lari tanpa beraturan bahkan kelihatan talingkar. Anak ini kemudian bertanya lagi : ibu apa yang sebenarnya engkau lakukan? Jawab ibunya, anakku aku sementara menyulam. Tapi ibu bagaimana dengan yang saya lihat dari bawah ini?  Aku sementara menyulam anakku. Setelah ibunya selesai menyulam, ibunya kemudian mengangkat anaknya yang sementara bermain dan terbaring di lantai itu, kemudian menaruh anaknya itu di atas pangkuannya dan menyuruh anaknya itu melihat hasil sulamannya. Anaknya kemudian berkata wow ibu betapa indah sulamanmu? Amin